PADA MOMENTUM HIV/AIDS AWARENESS EVENT 2026, SEKDA SUBANG BERPESAN BAHWA YANG KITA LAWAN BUKAN MANUSIANYA, MELAINKAN PENULARANNYA



*SUBANG* - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan HIV/AIDS AWARENESS EVENT 2026 yang bertempat di SMAN 1 Pusakanagara, Kamis (13/08/2026)

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, Ibu Hariah, S.KM., M.KM., Kepala Disnakertrans Kab. Subang; perwakilan Bapperida Kab. Subang; perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Subang; Ketua DWP Kab. Subang beserta jajaran; Kepala KCD Pendidikan Wilayah IV Prov. Jabar, Drs. Gema, Moch. Sidik, S.Pd., M.Pd.; Camat Pusakanagara beserta istri; unsur Forkopimcam Pusakanagara; serta Pengawas Pembina SMA KCD Wilayah IV.


Kegiatan tersebut mengusung tema “_Let's educate ourselves and others about HIV prevention, treatment, and breaking the stigma surrounding_ HIV/AIDS”

Kepala SMAN 1 Pusakanagara, H. Huproni, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut inheren dan memiliki korelasi pada pendidikan karakter yang ditanamkan di lingkungan sekolah 

Tidak hanya itu, H. Huproni, S.Ag., M.M.Pd., berharap dari kegiatan tersebut dapat memberikan dampak baik terhadap _knowledge_ peserta didik mengenai pemahaman HIV/AIDS


"Siswa diharapkan memahami tentang bahayanya HIV/AIDS, sehingga mampu membuat siswa membentengi dirinya" ungkapnya

Di akhir sambutan, H. Huproni, S.Ag., M.M.Pd., menekankan peserta didik mampu mengimplementasi pemahaman tersebut dalam kehidupan lingkungan sekolah dan masyarakat, sehingga dapat menghindari dampak tersebut.

 Ir. H. Rudi Priyanto, Project Manager PTRPWJ Consortium, mengungkapkan bahwa kehadiran kegiatan tersebut diharapkan mampu menyisir dampak sosial, sehingga siswa mampu menjadi pionir perubahan di lingkungannya.

"Para siswa ini Jadi harapan dan tulang punggung bangsa di masa depan" tuturnya

Kemudian  Ir. H. Rudi Priyanto, mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi momentum edukasi para siswa agar unggul dan memiliki skill untuk memanfaatkan perkembangan industri di Subang
 
"Hari ini, Era kompetensi berbasis sertifikasi" ungkapnya

Diakhir paparannya, Ir. H. Rudi Priyanto menekankan agar para siswa terus mampu menjadi generasi yang baik yang menjadi teladan, terutama dalam penuntasan HIV/AIDS di kabupaten Subang

"Mari kita unggul bersama sama, karena harapan itu selalu ada di pundak generasi muda" jelasnya


Kepala KCD Pendidikan Wilayah IV Prov. Jabar, Drs. Gema, Moch. Sidik, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa nilai-nilai konsepsi panca waluya Jawa Barat harus terus diejawentahkan dalam kehidupan sehari 

Selanjutnya, Drs. Gema, Moch. Sidik berharap para siswa mampu mengadaptasi diri dengan skill dalam perubahan teknologi yang begitu cepat, sehingga mampu berperan sebagai _agent of change_

"Kemudian juga tentu hal ini merupakan bagian, agar adik-adik semua menjadi generasi emas 2045" jelasnya

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., mengungkapkan apresiasi dan terima kasih
kepada Penta Ocean-Toyo Rinkai-PP-Wika-Jakom Consortium dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini di wilayah Pusakanagara.

H. Asep Nuroni menjelaskan bahwa 
kegiatan ini menjadi semakin penting karena tidak hanya berbicara mengenai HIV/AIDS sebagai persoalan kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan pengetahuan, kepedulian, perilaku, serta masa depan generasi muda. 

"Masa depan anak tidak cukup hanya dibangun dengan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga harus dibangun dengan kesehatan, karakter, keberanian mengambil keputusan yang benar, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial” terangnya

Selanjutnya, H. Asep Nuroni memaparkan bahwa anak muda Subang harus menjadi generasi yang sehat, produktif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah.


"Jangan takut mencari informasi, jangan malu bertanya, dan jangan pernah memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV" ungkapnya

Ia menjelaskan bahwa pemberantasan HIV/AIDS harus mulai dari hulu sampai hilir, sehingga tidak terjadi misskonsepsi antara pengidap dan proses penularannya.

"Yang kita lawan adalah penularannya, bukan manusianya” tegasnya

Kemudian, H. Asep Nuroni mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyediakan kebijakan dan pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan memberikan edukasi, pemeriksaan, konseling, dan pendampingan, sekolah membangun pengetahuan dan karakter peserta didik.


Terakhir, H. Asep Nuroni mengajak untuk terus membangun kesadaran bersama, bahwa mencegah jauh lebih baik daripada menunggu masalah terjadi. Dan yang lebih penting lagi, membangun budaya untuk saling menjaga.

"Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum HIV/AIDS Awareness Event 2026 ini sebagai komitmen bersama, mulai dari diri kita” jelasnya

Kegiatan diakhiri dengan Penyerahan Donasi kepada tujuh perwakilan penerima manfaat di Kecamatan Pusakanagara

Turut hadir pula perwakilan Kepala KSOP Kelas II Patimban; Project Manager PTRPWJ Consortium, Ir. H. Rudi Priyanto; Kepala Sekolah SMAN 1 Pusakanagara, Bpk. H. Huproni, S.Ag., M.M.Pd., beserta jajaran guru dan para siswa; Kepala Desa Pusakanagara; serta perwakilan organisasi sosial penanggulangan HIV/AIDS dari Yayasan Resik Subang, PKBI, Female Plus, dan Kelompok Dukungan Sebaya. _(Deni/Prokompim)_
Previous Post Next Post

Contact Form