Cybernasa TV - Kementrian PMK RI dan Kementerian Agama RI siap memperkuat Diniyah Takmiliyah semua Jenjang di sekolah Formal


DEPOK, cybernasa.com – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI siap memperkuat Madrasah Diniyah Takmiliyah di semua jenjang sekolah formal. Sinergi ini dipertegas melalui kunjungan kerja Asisten Deputi Pendidikan Dasar Kemenko PMK bersama Subdit Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur'an Kemenag RI ke SD Islam Al Hidayah, Cinere, Kota Depok. Kunjungan tersebut bertujuan menjadikan sekolah tersebut sebagai model acuan pelaksanaan Diniyah Takmiliyah yang terintegrasi langsung dengan sekolah formal.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Barat, Kang Atep Abdul Gopar, menegaskan bahwa langkah strategis ini merupakan wujud nyata pelaksanaan regulasi yang sudah ada. Integrasi ini dinilai mampu mendongkrak mutu dan daya saing sekolah di mata masyarakat.

"Diniyah Takmiliyah menjadi penguat pendidikan agama di sekolah formal sesuai amanat PP Nomor 55 Tahun 2007. Hal ini harus bisa direalisasikan dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik melalui bentuk satuan pendidikan Diniyah maupun melalui Program Pendidikan Diniyah Takmiliyah. Ketika Diniyah Takmiliyah diintegrasikan dengan SD Negeri, SD Swasta, bahkan MI, sekolah tersebut otomatis akan menjadi sekolah unggulan, termasuk seperti yang sudah berjalan di SD Islam Al Hidayah itu sendiri," ujar Kang Atep.

Pihak Kemenko PMK menyambut baik dan mendukung penuh konsep tersebut. Perwakilan Kemenko PMK, Bapak Ipan, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal program ini agar bisa diterapkan secara nasional di berbagai jenjang pendidikan.

"Kami sangat setuju dan mendukung terwujudnya Diniyah Takmiliyah sebagai bagian penguat pendidikan agama di sekolah formal di semua jenjang, dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Namun, kami meminta data dari program yang sudah berjalan saat ini sebagai bukti konkret terciptanya sekolah formal unggulan setelah diintegrasikan dengan Diniyah Takmiliyah. Kami juga memerlukan konsep pola pembelajaran dan sistem penerapannya. Data dan konsep ini nantinya akan kami dorong ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Keuangan agar program ini dapat segera terwujud," tegas Bapak Ipan.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan FKDT ini, penguatan pendidikan karakter berbasis agama di sekolah formal diharapkan tidak hanya menjadi program pelengkap, melainkan pilar utama dalam mencetak generasi emas yang cerdas secara akademik dan berakhlak mulia. (Asep Nasa)

Previous Post Next Post

Contact Form