DINIYAH TAKMILIYAH SEBAGAI PENGUAT PENDIDIKAN KARAKTER BIDANG KEAGAMAAN DI SEKOLAH FORMAL TINGKAT SD, SMP DAN SMA/SMK



JABAR, Cybernasa.com – Program Diniyah Takmiliyah dinilai menjadi solusi strategis sekaligus benteng pertahanan moral dalam memperkuat Pendidikan Karakter Bidang Keagamaan di sekolah formal tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh penggiat pendidikan keagamaan, H. Atep Abdul Gopar,S.Pd.I.,M.M. Ketua DPW FKDT Jawa Barat, dalam keterangannya menyikapi tantangan berat kemerosotan moral generasi muda saat ini.

Menurut H. Atep, langkah konkret ini selaras dengan upaya Pemerintah RI dalam membangun sumber daya manusia yang produktif, berdaya saing, serta membentuk manusia Pancasila yang bertaqwa dan berakhlakul karimah. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menyongsong Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025–2045 menuju Indonesia Emas.


Benteng Moral Hadapi Kenakalan Remaja

H. Atep menyoroti fenomena sosial yang kian memprihatinkan, mulai dari maraknya tawuran pelajar, aksi geng motor, tindakan melawan orang tua atau guru, penyalahgunaan narkoba, hingga derasnya arus pengaruh negatif media sosial yang sulit dibendung.

"Diperlukan penguatan pendidikan karakter yang konkret, khususnya di bidang keagamaan. Kita harus membentuk generasi yang memiliki jiwa Nasionalisme, Patriotisme, sekaligus Agamis secara seimbang. Oleh karena itu, regulasi yang mengatur tentang terselenggaranya Diniyah Takmiliyah di sekolah formal sangat mendesak untuk diterbitkan [1]," ujar H. Atep.



Dua Jalur Penguatan Diniyah Takmiliyah

Sebagai lembaga pendidikan tertua kedua setelah pondok pesantren, Diniyah Takmiliyah memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil 'alamin yang mencerminkan sikap rendah hati, toleran, moderat, dan menjaga nilai luhur NKRI. Dalam pelaksanaannya, H. Atep memaparkan dua jenis pendekatan:

Satuan Pendidikan Diniyah: Lembaga keagamaan berbasis masyarakat di tingkat Diniyah Takmiliyah Ula (sasaran siswa SD/MI). Sementara untuk tingkat Wustha dan Ulya menyasar siswa SMP dan SMA/SMK yang berada di lingkungan Pondok Pesantren.

Program Diniyah Takmiliyah: Program yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Pembelajarannya diintegrasikan langsung di sekolah formal (SMP, SMA/SMK) Negeri maupun Swasta di luar pondok pesantren sebagai penguat dan penyempurna pelajaran Agama Islam (PAI).

Melalui program sinergis ini, sekolah formal diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan umum, melainkan juga bertransformasi sebagai pusat peradaban yang melahirkan generasi tangguh secara akidah, ibadah, dan akhlak mulia. (Redaksi)
Previous Post Next Post

Contact Form