Subang Cyber Nasa
Pilkades adalah momentum. Momentum bagi warga untuk memilih pemimpin, dan momentum bagi calon untuk menawarkan gagasan. Di tengah dinamika itu, nama
Bapak Kayat kembali mencuat sebagai salah satu putra terbaik Desa Sirap yang menyatakan kesiapannya maju di Pilkades Desa Sirap 2026.
Beliau bukan wajah baru. Kayat pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sirap periode Th 2006 2012 dan menghabiskan pengabdiannya sebagai ASN di Dinas Pendidikan hingga memasuki masa purna tugas. Dua bekal besar itu menjadi alasan utama mengapa beliau merasa "terketuk pintu" untuk kembali mengabdikan diri.
Bekal Pengalaman: Birokrasi dan Pendidikan
Ada dua modal utama yang dibawa Kayat:
1. Bekal Birokrasi Pemerintahan
Pernah memimpin satu periode, beliau paham betul alur pemerintahan desa, pengelolaan dana desa, perencanaan pembangunan, dan komunikasi dengan kecamatan serta kabupaten. Manajemen dan leadership bukan hal baru bagi beliau.
2. Bekal ASN dan Dunia Pendidikan
Sebagai mantan guru dan ASN, beliau terbiasa dengan disiplin, tertib administrasi, dan etos melayani. Dunia pendidikan mengajarkan tentang kesetaraan dan tidak membeda-bedakan.
Dua bekal ini yang membuat beliau yakin: “Tidak ada persoalan dengan manajemen dan leader di kepemerintahan. Saya siap diuji.”
Visi Pengabdian: Transparan, Bersinergi, Tanpa Diskriminasi
Dalam pernyataannya, Kayat menegaskan 3 prinsip utama jika diberi amanah:
1. Transparan
Seluruh kebijakan dan penggunaan anggaran desa akan dibuka. Warga berhak tahu dan berhak mengawasi.
2.Kebersamaan dan Sinergis
Pembangunan tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, LPMD, RT/RW, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
3.Tanpa Diskriminatif
Artinya tidak membeda-bedakan warga. Baik yang mendukung maupun tidak, semuanya adalah warga Sirap yang berhak mendapatkan pelayanan yang sama.
“Saya akan terbuka dan siap amanah jika kami dikabulkan untuk jadi pemimpin di Sirap”, tegasnya.
Ajakan Moral
Di akhir, Kayat tidak meminta banyak. Beliau hanya meminta dukungan dan doa dari seluruh warga Sirap. Dan yang paling penting, beliau berharap Pilkades Desa Sirap berjalan lancar, damai, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Karena bagi Kayat, menang atau kalah adalah urusan hasil. Tapi menjaga marwah demokrasi desa adalah urusan kita bersama.
Desa Sirap butuh pemimpin yang paham sistem, paham warga, dan paham cara menggerakkan kebersamaan. Dengan pengalaman sebagai mantan Kades dan ASN, Kayat menawarkan diri sebagai jembatan antara birokrasi dan kebutuhan rakyat.
KETIKA KALAH DALAM DEBAT , FITNAH MENJADI ALAT BAGI PECUNDANG ( kata socrates )
OKY HAIDAR SYAH
Tags
umum

