Subang Cyber Nasa
Menjelang Pilkades Serentak di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang
Tinggal menghitung hari, pesta demokrasi tingkat desa akan kembali digelar di Kecamatan Tanjungsiang. Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades bukan sekadar pergantian pemimpin. Ia adalah ruang aktualisasi kedaulatan rakyat paling dasar, karena bilik suara di desa adalah penentu arah kebijakan, pembangunan, dan nasib warga selama 6 tahun ke depan.
Dalam konteks demokrasi prosedural, keberhasilan Pilkades sangat ditentukan oleh satu aktor sentral: Panitia Pemilihan Kepala DesaKarena itu, harapan publik terhadap panitia menjadi sangat besar.
Tuntutan Publik: Independen, Netral, Tegas, dan Profesional
Warga pemilih di Kecamatan Tanjungsiang menitipkan 4 kata kunci kepada panitia: Independen, Netral, Tegas, dan Profesional
1. Independen
Panitia harus bebas dari intervensi kekuasaan, tekanan calon, maupun kepentingan politik praktis. Independensi adalah syarat agar keputusan panitia tidak diragukan legitimasinya.
2. Netral
Netralitas berarti memperlakukan seluruh calon secara setara. Tidak ada keberpihakan, tidak ada "anak emas". Panitia adalah wasit, bukan pemain.
3. Tegas
Ketegasan diperlukan untuk menegakkan aturan. Mulai dari tahapan pendaftaran, kampanye, masa tenang, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Hukum dan PKPU Desa harus dijalankan tanpa kompromi.
4. Profesional
Profesional berarti bekerja sesuai SOP, tertib administrasi, transparan, dan mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat. Kesalahan teknis sekecil apapun bisa mencedrai kepercayaan publik.
Integritas sebagai Modal Kepercayaan
Kami tidak bermaksud menjustifikasi atau menghakimi panitia yang telah terpilih. Namun kekhawatiran warga adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kekhawatiran itu lahir dari kesadaran: yang berdaulat adalah rakyat, bukan panitia
Panitia hanya diberi mandat untuk memfasilitasi. Maka integritas menjadi harga mati. Integritas adalah konsistensi antara ucapan, tindakan, dan aturan. Ketika integritas dijaga, maka nilai kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Dan kepercayaan adalah modal sosial paling mahal dalam berdemokrasi.
Sebaliknya, jika proses Pilkades cacat karena keberpihakan atau kelalaian, maka demokrasi akan terasa hampa. Pilkades yang tidak berintegritas sama saja mencedrai semangat "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat".
Jaga dan titip marwah Demokrasi Desa
Bilik suara bukan hanya kotak kayu. Ia adalah simbol kontrak sosial 6 tahun ke depan. Karena itu, kami berharap Panitia Pilkades di seluruh desa di Kecamatan Tanjungsiang mampu menjadi teladan.
Jadilah panitia yang dikenang karena adilnya, bukan karena kontroversinya.
Jadilah panitia yang menegakkan aturan, bukan yang menekuk aturan.
Karena sejarah akan mencatat: Pilkades tahun ini bermartabat atau tidak, salah satu penentunya ada di tangan Bapak/Ibu Panitia.
"Demokrasi tidak akan mati karena serangan dari luar, tetapi bisa runtuh karena integritas penjaganya yang rapuh dari dalam."
KITA SEOLAH OLAH MERAYAKAN DEMOKRASI , TETAPI MEMOTONG LIDAH ORANG YANG BERANI MENYATAKAN PENDAPAT MEREKA YANG MERUGIKAN PEMERINTAH
Kata Soe Hok Gie
Politikus adalah satu satunya profesi yang memungkinkan Anda untuk :BERBOHONG, MENCURI, MENIPU , MERAMPOK Tetapi tetap di hormati
Kata Mark Twain
OKY HAIDAR SYAH
Tags
umum
