SUBANG, Cyber Nasa – Semangat perubahan dan kebersamaan berembus kencang di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Ade Rohyamin, salah satu tokoh masyarakat setempat, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa Sirap. Membawa visi yang dekat dengan hati rakyat, ia berkomitmen mewujudkan Desa Sirap sebagai rumah bersama yang aman, adem, ayem, dan sejahtera.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ade Rohyamin menegaskan bahwa pencalonannya bukan didasari oleh janji-janji muluk, melainkan sebuah panggilan untuk mengabdi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sasarengan bebenah (bersama-sama membenahi) demi kenyamanan hidup di desa.
"Desa Sirap adalah rumah kita bersama. Rumah yang kita inginkan bukan rumah yang mewah, tapi rumah yang terasa aman, adem, ayem, dan warganya hidup sejahtera," ujar Ade Rohyamin kepada Cyber Nasa.
Lebih lanjut, Ade memaparkan tiga fokus kerja sederhana namun berdampak besar yang akan langsung dieksekusi demi kemajuan desa:
1. Menjamin Keamanan dan Ketenangan Warga
Fokus pertama adalah memastikan setiap warga Desa Sirap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman, tenang, dan tanpa kekhawatiran.
2. Membenahi Infrastruktur Dasar dan Fasilitas Desa
Infrastruktur pertanian akan menjadi prioritas utama. Jalan usaha tani akan dirapikan agar mobilitas hasil panen warga bisa lebih cepat sampai ke pasar, sehingga roda ekonomi petani berputar lebih baik. Selain itu, fasilitas desa akan dimaksimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga tanpa tebang pilih.
3. Membangun Kebersamaan dan Jiwa Gotong Royong
Ade percaya kemajuan desa tidak bisa diraih secara instan atau oleh satu kelompok saja, melainkan melalui kerukunan dan rasa saling mendukung antarwarga.
"Saya percaya, desa yang kuat lahir dari warganya yang sejahtera. Dan warga yang sejahtera lahir dari pemimpin yang mau melayani, bukan dilayani," tegasnya.
Di akhir penyataannya, Ade Rohyamin mengajak seluruh warga Desa Sirap untuk merapatkan barisan. Ia mengimbau agar momentum pesta demokrasi tingkat desa ini dihadapi dengan kepala dingin dan hati yang damai. Menghindari perpecahan, saling menyalahkan, dan justru mengedepankan sikap saling merangkul.
"Mari kita wujudkan bersama Sirap yang Rahayu. Bukan dengan perpecahan, tapi dengan gotong royong. Sirap Maju, Jika Kita Bersatu," pungkas Ade menutup perbincangan.
Asep Nasa Redaksi
