Sambut 1 Muharram 1448 H, Ulama, Umaro, dan Warga 10 Desa se-Kecamatan Tanjungsiang Kompak Gelar Hijrah Bersama




SUBANG, CYBERNASA.COM Mengganti riuh terompet dan dentum kembang api, malam pergantian tahun baru Islam di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, berlangsung syahdu dan penuh khidmat. Langit malam 1 Muharram 1448 H di wilayah ini diterangi oleh ribuan cahaya obor dan digemakan oleh lantunan sholawat yang bersahut-sahutan dari 10 desa yang bergerak serentak.

10 Desa,Cinta: Hijrah Bersama Menuju Keberkahan
Tidak ada sudut kampung yang sepi malam itu. Seluruh warga dari 10 desa,yakni Desa Tanjungsiang, Buniara, Cimehmal, Kawungluwuk, Cikawung, Sirap, Rancamanggung, Sindanglaya, Cibuluh, hingga Gandasoli,kompak turun ke jalan membawa obor.



Kegiatan massal ini digelar untuk menghidupkan kembali esensi malam Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Rangkaian acara dikemas dengan memadukan unsur spiritual dan pelestarian budaya lokal Sunda yang Islami, antara lain:
Pawai Obor & Karnaval: Ribuan pelajar dari tingkat SD/MI hingga SMP berjalan tertib membawa obor, menyimbolkan api Islam yang tak boleh padam di hati generasi muda.
Gema Tabuh Bedug: Suara bedug masjid ditabuh serentak di penjuru kecamatan sebagai seruan introspeksi diri memasuki tahun yang baru.



Istighosah Akbar: Warga memadati titik-titik kumpul untuk berzikir, berdoa, dan melakukan tobat massal demi mengawali tahun dengan lembaran amal yang bersih.

Seni Hadroh & Tabuh Genjring: Penampilan bakat religius anak-anak serta ketukan rebana tradisional Sunda menjadi bukti keharmonisan Islam dengan budaya lokal selama tidak melanggar syariat.
Seruan Ulama dan Umaro: Bijak Hadapi Era Globalisasi.



Ketua MUI Kecamatan Tanjungsiang, Kh. Duding Abdul Muti, S.Ag, dalam tausiyahnya menyampaikan pesan mendalam. Ia meminta momen 1 Muharram 1448 H ini dijadikan titik balik perpindahan akhlak secara total.
"Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar ganti kalender di dinding. Ini panggilan Allah untuk kita berhijrah. Hijrah dari ghibah ke dzikir, dari maksiat ke taat. Mari jadikan momentum ini untuk membawa Tanjungsiang menjadi kecamatan yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabun Ghafur," tegas Kh. Duding.



Sejalan dengan ulama, Camat Tanjungsiang, Rano Syaeful Sudirman, S.STP, menekankan pentingnya membentengi diri di tengah arus globalisasi. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi untuk hal positif tanpa kehilangan jati diri bangsa dan fondasi agama.

"Semangat Tahun Baru Islam hendaknya menjadi penguat bagi kita semua untuk membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujar Rano dalam sambutannya.

Tantangan Medsos dan Harapan Kesejahteraan Warga
Pesan kewaspadaan di era digital juga disuarakan oleh Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Tanjungsiang, Maman S. Jamaludin. Ia mengingatkan umat Islam agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di media sosial.

"Di era yang kompleks ini, informasi begitu liar di medsos. Kita harus arif dan bijaksana. Terapkan prinsip tabayyun (konfirmasi) agar anak-anak dan jemaah kita terhindar dari kejelekan. Kita rawat kebaikan lama dan mengambil hal baru yang lebih maslahat," terang Maman.
(Redaksi Cybernasa/Asep Nasa)


Previous Post Next Post

Contact Form