Subang,- Cybernasa.com
Malam pergantian tahun tak lagi diisi terompet dan kembang api. Di 10 desa se-Kecamatan Tanjungsiang, kabupaten Subang, Jawa Barat ,langit malam 1 Muharram 1448 H justru diterangi cahaya obor dan digemakan lantunan sholawat.
10 DESA, 1 CINTA: HIJRAH BERSAMA
Dari 10 Desa se kec Tanjungsiang seluruh warga kompak bergerak. Tidak ada desa yang tidur. Tidak ada gang yang sepi. Karena malam ini adalah malam Hijrah - malam dimana Rasulullah ﷺ meninggalkan Makkah menuju Madinah demi menegakkan kalimat _Laa Ilaaha Illallah_.
Rangkaian acara yang digelar serentak di 10 desa:( Desa Tanjungsiang, Buniara, Cimehmal, kawungluwuk, Cikawung, Sirap, Rancamanggung , Sindanglaya, Cibuluh, Gandasoli )
Pawai Obor / Karnaval Anak-anak SD / MI & SMP berjalan tertib membawa obor. Api obor itu simbol cahaya Islam yang tak boleh padam di hati generasi Tanjungsiang.
Tabuh Bedug - Bedug masjid ditabuh serentak. Dentumannya bukan sekadar bunyi, tapi panggilan: "Wahai jiwa yang lalai, bangunlah! Tahun baru, lembaran amal baru!
Istighosah Akbar Warga berkumpul memohon ampun. Menangis bersama, bertobat bersama. Karena sebaik-baiknya awal tahun adalah awal dengan istighfar.
Kreasi Seni Islam
Hadroh, marawis, nasyid. Anak-anak menunjukkan bakatnya untuk Allah. Tidak ada joget sia-sia, yang ada hanya seni yang memuji Sang Pencipta.
Tabuh Genjring - Tradisi Sunda yang diislamkan. Rebana ditabuh, sholawat menggema. Bukti bahwa Islam Tanjungsiang akur dengan budaya, selama tidak melanggar syariat.
HIMBAUAN KETUA MUI Kecamatan Tanjungsiang
Kh. Duding Abdul Muti, S.Ag
"JADIKAN MUHARRAM MOMENTUM HIJRAH AKHLAK
Dalam mengisi malam pergantian tahun baru islam 1 muharam 1448 H.
Dengan kegiatan ibadah seperti
Muhasabah, Zikir, Doa bersama ,Pengkajian agama.
Pergantian tahun hijriah bukan sekadar ganti kalender di dinding. Ini panggilan Allah untuk kita berhijrah. . Hijrah dari ghibah ke dzikir. Hijrah dari maksiat ke taat. Mari jadikan 1 Muharram ini titik balik Tanjungsiang menjadi kecamatan yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabun Ghafur."_
Camat kec Tanjungsiang : Rano syaeful Sudirman , S, STP mengatakan
Tahun Baru Islam 1 Muharram merupakan momentum untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Di tengah arus globalisasi yang membawa berbagai kemajuan sekaligus tantangan, nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial harus tetap menjadi pedoman.
Globalisasi perlu disikapi secara bijak, dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk hal-hal yang positif, tanpa meninggalkan jati diri, budaya, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Semangat Tahun Baru Islam hendaknya menjadi penguat bagi kita semua untuk membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman."
"Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, serta bersama-sama menjaga persatuan dan memanfaatkan kemajuan zaman untuk kemaslahatan bersama.
" Pungkasnya.
Ketua Ikatan persaudaraan Haji ( IPHI )Kec Tanjungsiang Maman S Jamaludin
Dalam rangka penyambut
tahun baru Islam dalam situasi yang sangat kompleks.
dan global ini bahwa kita umat Islam
hendaknya satu berintrospeksi diri,
mengintrospeksi diri terhadap amal-amal yang kita lakukan
selama ini kita lakukan.harus
dikaji ulang apakah kita banyak
mengamalkan perbuatan-perbuatan yang baik ataupun yang buruk,
apabila ada perbuatan yang baik semoga dipertahankan,
Apabila ada perbuatan yang buruk ya, semoga kita ini dihapus dari...
perbuatan-perbuatan yang menyimpang di jalur keislaman kita,
kemudian di awal tahun ini,
tahun baru Islam ini kita hendaknya meningkatkan
segala aktivitas amaliah kita yang bersifat positif,
apalagi di era yang sangat...Komplek dan global ini berbagai isu,
kemudian informasi ya berseliweran, medsos, berkeluyuran, oleh karena itu kita harus arif dan bijaksana dalam dalam menangkap informasi-informasi,
hendaknya umat islam tidak langsung di tangkap dan dimakan begitu saja,kita harus ada...
penyaringan istilah orang NU itu
almuhafaddu bil jadil ashlah
artinya kita ini hendaknya kita merawat
ya perihal apa ee kebaikan-kebaikan
yang telah kita lakukan menjaga diri
dan kemudian kita juga mengambil.
hal-hal yang bersifat positif yang baik ya kita ambil ya,
itu barangkali jadi supaya umat islam tidak tergoda
jemaah kita, anak-anak kita terhindar dari segala apa kejelekan,
apabila ada berita informasi
yang cerita nyampai kepada diri kita maka itu harus ada tabayun. " Ungkapnya
Kades desa Gandasoli Ares S
di tengah kesibukanya menyampaikan Menyongsong harapan yg lbih mju dn sejshtera untuk wrga desa gandasoli,,meninggalkn hal yg negatif meningkatkan hal yg positiv,,,khidupan msyarakat pun hrus mningkat,,,
tukang tani pada mukti
tukang dagang pada senang
tukang buruh ulah ripuh ( red Sunda)
MENGAJAK DAN BERDOA
-Hijrah dari ghibah ke dzikir. Hijrah dari maksiat ke taat. Mari jadikan 1 Muharram ini titik balik Tanjungsiang menjadi kecamatan yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur."_
Ini potret indah: Ulama, Umaro, dan Umat bersatu. MUI memberi arah, Camat memberi pengamanan, warga memberi semangat. Subhanallah.
PESAN UNTUK KITA SEMUA
Kecamatan Tanjungsiang telah memberi contoh ke Subang, ke Jawa Barat, ke Indonesia:
Menyambut tahun baru Islam itu tidak harus hura-hura. Cukup dengan obor, bedug, istighosah, Zikir Doa bersama dan hati yang bertaubat. InsyaAllah lebih mahal di sisi Allah daripada pesta dunia.
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka dia merugi."_ - HR. Hakim
Selamat Tahun Baru Islam 1448 H
Untuk 10 Desa se-kecamatan Tanjungsiang. Semoga Allah catat setiap langkah pawai obor anak-anak kita sebagai pahala. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar... Laa Ilaha Illallah..._
OKy Haidar Syah
Tags
umum



