Istigosah Milangkala ke-18 Kasomalang: Menyatukan Doa, Menguatkan Ikhtiar Bersama



Subang,Cybernasa.com
Menjelang puncak Milangkala Kecamatan Kasomalang yang ke-18 pada 22 Mei, rangkaian acara digelar sebagai ruang refleksi bersama. Salah satunya istigosah pada 21 Mei yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Kasomalang. Acara ini dihadiri unsur masyarakat, tokoh agama, ibu muslimat ,fatayat ,BKMM dan turut hadir  Asda 1 ,dan anggota DPRD kab Subang dari Fraksi Golkar, Elina.

Kehadiran istigosah di tengah perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni. Ia menegaskan satu hal: pembangunan wilayah tidak cukup hanya dengan kerja fisik, tapi juga butuh kekuatan spiritual dan kebersamaan.



Istigosah sebagai Pengingat Tujuan Berdirinya Kecamatan
18 tahun lalu Kasomalang berdiri dengan harapan mendekatkan pelayanan dan mempercepat kesejahteraan. Doa bersama yang dipimpin Ketua MUI kec Kasomalang . 

Ketika doa dipanjatkan ramai-ramai, di situ ada pengakuan bahwa manusia punya batas. Ada kekuatan yang lebih besar yang mengatur. Maka kebijakan yang lahir setelahnya harus lebih rendah hati, lebih mendengar, dan lebih berpihak pada yang lemah.

Kolaborasi Ulama dan Umara ,pemerintah Jadi Kunci  
Hadirnya Ketua MUI sebagai pemimpin istigosah dan anggota DPRD    Sdri Elina dan ASDA 1   dalam satu majelis menunjukkan simbol penting: ulama dan umara berjalan beriringan. Ulama menjaga arah moral, dewan mengawal kebijakan dan anggaran.

Sinergi ini dibutuhkan Kasomalang untuk menjawab tantangan nyata: agar tercipta kebersamaan dan gotong royong harus utuh kita jaga,rawat harus satu napas  untuk menuju  subang Ngabret "  Sesuai dengan tema Milangkala  kec  Kasomalang yang ke 18  Keduanya harus jalan bersama.


KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK PADA CAMAT KECAMATAN KASOMALANG dan FORKOPINCAM 
Kegiatan istigosah ini menjadi bagian dari rangkaian Milangkala ke-18 dengan tema _“Agung Kasomalang Bersatu dalam Kebersamaan Menguatkan Nilai Religius dan Semangat Kebersamaan” Tepat pada 22 Mei 2026, Kecamatan Kasomalang genap berusia 18 tahun sejak berdiri 22 Mei tahun 2008.
bahwa istigosah adalah momentum untuk menundukkan hati, memohon keberkahan, dan mengingatkan kembali tujuan berdirinya kecamatan. “Pembangunan harus dimulai dari niat yang lurus. Doa dan kerja harus seiring. Nilai religius harus jadi kompas dalam setiap kebijakan,” ujarnya.

Rangkaian Milangkala ke-18 menyajikan berbagai kegiatan sosial, budaya, olah raga,religius ( istigosah) kirap petaka dll.



ACARA ISTIGOSAH MERUPAKAN IMPLEMETASI DARI  TEMA MILANGKALA KEC KASONALANG YANG KE 18

Nilai religius harus tercermin dalam kebijakan: transparan, adil, dan  Kebersamaan harus terlihat di lapangan: pemerintah desa, kecamatan, 

Semoga kebersamaan yang terasa di majelis istigosah sekarang ini tidak berhenti di tenda acara. Tapi berlanjut jadi kerja-kerja nyata di sawah, di pasar, di kantor desa, dan di ruang publik.

Selamat Milangkala ke-18 Kecamatan Kasomalang. Bersatu dalam doa, bergerak dalam karya.

OKY HAIDAR SYAH  ( Penulis)

Previous Post Next Post

Contact Form