Subang Cybernasa.com
Tanggal 22 Mei 2008, Kecamatan Kasomalang resmi berdiri. Kini, 18 tahun berlalu. Usia yang cukup untuk melihat sebuah wilayah beranjak dari sekadar pemekaran administratif menjadi ruang hidup bagi ribuan warga yang saling menopang.
Tema Milangkala tahun ini, “Kasomalang Bersatu dalam Kebersamaan Menguatkan Nilai Religius dan Semangat Kebersamaan” dan gotong royong, bukti nyata Subang Ngabret "
Bukan sekadar slogan. Ia adalah pengingat bahwa kekuatan sebuah kecamatan tidak diukur dari gedung kantornya, tapi dari ikatan sosial yang hidup di desa-desa, musola, masjid, sawah, dan pasarnya.
Kebersamaan adalah Modal Dasar Pembangunan
Kasomalang adalah wilayah agraris dengan masyarakat yang terbiasa bergotong royong. Ketika gotong royong masih jalan, jalan desa bisa diperbaiki tanpa menunggu lama. Ketika warga satu sama lain saling kenal, konflik kecil bisa diselesaikan di balai desa, bukan di meja pengadilan.
Semangat kebersamaan ini harus dijaga di tengah arus individualisme dan polarisasi. Pembangunan fisik boleh modern, tapi kalau rasa “kita” luntur, yang tersisa hanya infrastruktur tanpa jiwa.
Nilai Religius sebagai Kompas Moral*
Sejak awal berdiri, Kasomalang dikenal dengan kehidupan keagamaan yang kuat. Pengajian, pesantren kilat, dan kegiatan keagamaan rutin bukan hanya ritual, tapi juga ruang pembentukan karakter. Di sinilah kejujuran, tolong-menolong, dan tanggung jawab sosial ditanamkan.
Di usia 18 tahun, nilai religius itu harus jadi kompas. Setiap kebijakan kecamatan, dari pengelolaan dana desa sampai penataan pasar, perlu diuji: apakah ini adil? Apakah ini merawat umat? Tanpa kompas itu, pembangunan mudah melenceng jadi proyek kepentingan.
Komitmen Lingkungan Bukan Pilihan, Tapi Keharusan
Kasomalang berdiri di wilayah yang masih hijau, dengan sungai dan lahan pertanian yang jadi penopang hidup warga. Komitmen serius pada kelestarian lingkungan hidup yang disebut sejak awal berdiri harus dibuktikan dengan tindakan nyata.
Hutan jangan dibiarkan gundul ,Sungai jangan dijadikan tempat buang sampah. Lahan pertanian produktif jangan dikonversi sembarangan. Karena kalau alam rusak, yang kena dampak pertama adalah petani dan anak-cucu kita sendiri.
Lingkungan yang lestari adalah bentuk ibadah. Menjaga air, tanah, dan udara adalah menjaga kehidupan.
18 Tahun, Saatnya Konsolidasi
18 tahun adalah usia matang. Bukan lagi usia coba-coba. Kasomalang butuh konsolidasi antara pemerintah kecamatan, desa, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat. Semua duduk bersama, menyamakan arah: Kasomalang mau jadi apa 10 tahun ke depan?
Kalau kebersamaan dijaga, nilai religius dikuatkan, dan lingkungan dirawat, maka Kasomalang tidak hanya bertambah usia. Ia akan bertambah wibawa dan kesejahteraan.
Rangkaian kegiatan perayaan ini disusun khusus untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kesadaran kolektif.
Kegiatan dimulai dengan Gebyar Senam pada Selasa, 19 Mei 2026 di Lapang Bola PTPN Kasomalang, dilanjutkan dengan Kirab Pataka pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan rute mulai dan berakhir di Halaman Kantor Kecamatan, serta diakhiri dengan puncak acara Istigosah yang penuh doa dan harapan pada Kamis, 21 Mei 2026 di Gedung Olahraga Kecamatan.
Seluruh rangkaian dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti antusiasme tinggi dari warga, tokoh masyarakat, hingga perangkat daerah.
Camat Kasomalang, Muhamad Afdian Mukhtar, S.Sos, M.Si., menegaskan bahwa di balik kemeriahan perayaan, ada pesan mendalam tentang tanggung jawab besar pengelolaan wilayah. Salah satu fokus utama yang digaungkan sejalan dengan usia kedewasaan kecamatan ini adalah penegakan aturan dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Bersatu dan bergotong royong bukan hanya untuk membangun fisik wilayah, tetapi juga menjaga apa yang Tuhan titipkan kepada kita, yaitu alam dan lingkungan. Di ranah penegakan aturan lingkungan, kami bertekad menjadikan Kasomalang sebagai wilayah yang taat aturan, tertib pengelolaan limbah, dan peduli kelestarian alam. Hal ini adalah bukti nyata pengabdian kami, sejalan dengan semangat Subang Ngabret – Maju, Tangguh, Berbakti,” tegas Muhamad Afdian Mukhtar.
Menurutnya, kemajuan pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Pemerintah Kecamatan Kasomalang berkomitmen untuk menegakkan setiap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, mengawasi pemanfaatan ruang, serta memastikan setiap aktivitas warga maupun usaha tetap ramah lingkungan. Sosialisasi, pengawasan, dan penindakan terhadap pelanggaran akan dilakukan secara seimbang dan berkeadilan, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Komitmen ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Subang yang diwakili oleh Bupati Subang Reynaidy Putra Andita BR, S.IP. dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., yang menempatkan lingkungan hidup sebagai salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan. Keindahan dan kelestarian alam Kasomalang diakui sebagai potensi besar yang harus dijaga, dikelola, dan diwariskan dalam kondisi terbaik bagi generasi mendatang.
Kekuatan utama Kasomalang ada pada persatuannya. Dengan semangat kebersamaan, nilai religius yang kuat, dan kesadaran menjaga lingkungan, kami yakin segala tantangan pembangunan dapat dijawab. Usia 18 tahun adalah masa dewasa, masa di mana kita semakin bertanggung jawab atas apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan,” tambah Camat.
Peringatan Milangkala ke-18 ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru, di mana Kecamatan Kasomalang semakin kokoh, semakin tertib aturan, semakin asri lingkungannya, dan semakin sejahtera masyarakatnya. Sebagai wujud kebersamaan, seluruh kegiatan ini terbuka untuk umum, mengajak setiap warga untuk ambil bagian dalam merayakan kebanggaan sekaligus berkomitmen menjaga Kasomalang yang indah, bersih, dan lestari.
OKY HAIDASYAH ( Penulis)
Tags
umum



