Pesan moral dari rakyat Subang,Subang Butuh Kebijakan yang Berdiri Diatas Kepentingan Warga, Bukan Jaringan...?



Subang,Cybernasa.com
Setiap bupati di Kab. Subang memegang satu hal yang nggak bisa ditawar: mandat rakyat. Mandat itu artinya setiap kebijakan, dari anggaran infrastruktur sampai mutasi pejabat, harus bisa dijelaskan logikanya ke publik. Kalau logikanya kabur, kepercayaan juga ikut rontok.

Keputusan Publik Nggak Boleh Dititipkan....!
Kepala daerah itu eksekutor. Tugasnya memastikan program jalan, bukan melayani kepentingan di luar struktur resmi pemerintahan. Begitu ada kesan bahwa kebijakan besar dipengaruhi pihak di luar Satuan kerja perangkat daerah ( SKPD )dan DPRD, yang muncul bukan dukungan tapi kecurigaan.

Masyarakat Subang bukan bodoh. Mereka lihat mana proyek yang prioritas, mana yang dipaksakan. Mereka juga paham ketika promosi pejabat jauhkan bagi-bagi jatah " Dan bagi bagi kueh " Kekuasaan daripada penghargaan atas kinerja....?

Birokrasi Rusak Kalau Kompetensi Dikalahkan Kedekatan , pilih sosok yang berkopenten dari pada yang loyal ...?

Masalah klasik daerah: organisai perangkat daerah ( OPD ) terkesan diisi orang “dekat” bukan orang “mampu”. Dampaknya langsung terasa.

Layanan lambat, program mangkrak, anggaran habis tanpa hasil. Yang rugi bukan hanya Pemda, tapi petani, pedagang, pelajar, dan semua warga yang bergantung pada pelayanan publik.

PARA OPD " YANG DI LANTIK UJI KINERJANYA ENAM BULAN, JANGAN KASIH AMPUN DAN TELORAN BAGI OKNUM OPD YANG TAK BECUS KERJA
Buktikan jangan hanya omon omon... !

Meritokrasi bukan slogan. Itu syarat dasar biar birokrasi nggak jadi mesin stempel. Seleksi Kabid, Kasi, dan kepala dinas harus terbuka, dan di uji kopetensinya ( " fit and proper test ) ada indikator jelas, dan hasilnya bisa diaudit.

Diamnya Pemerintah sama dengan Ruang untuk Spekulasi
Di era keterbukaan, publik nggak butuh banyak. Cukup data.
Rilis alasan di balik mutasi besar, lampirkan kriteria lelang proyek, buka laporan serapan anggaran per triwulan. Kalau semua transparan, nggak ada ruang buat gosip dan tudingan liar.

Sebaliknya, kalau diam, maka ruang kosong itu akan diisi narasi yang nggak terkontrol. Dan itu lebih berbahaya buat stabilitas pemerintahan.

Subang Nggak Butuh Pemimpin Penjaga Jaringan, Tapi Penjaga Janji
Potensi Subang besar. Ada jalur Pantura, Kawasan Industri, parawisata lahan pertanian yang luas. Semua itu butuh birokrasi gesit, bukan birokrasi yang sibuk menjaga loyalitas pribadi.....?

Kepemimpinan yang kuat itu bukan yang paling banyak koneksi. Tapi yang paling berani bilang “tidak” pada tekanan yang merugikan rakyat
.
SEORANG PEMIMPIN YANG BAIK, HARUS TERLEBIH DAHULU MAU DI PIMPIN Kata aristotales (filsup yunani)

Oky Haidarsyah ( Penulis)


Previous Post Next Post

Contact Form