Subang Cybernasa
Setelah di lansir di Media Cybernasa.com, Tim Gabungan Puskesmas Kasomalang,dan Camat Kasomalang Langsung Turun ke RW 01 dan RW 02 Kp.Panembong Desa Tenjolaya Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Jawa Barat
Sebelumnya, media Cybernasa.com pada Kamis 7/5/2026 melansir kabar tentang "derita warga Panembong RW 01 dan RW 02" yang mengalami gejala mirip chikungunya. Berita tersebut mengundang perhatian serius dari dinas Terkait dan perhatian publik.
Menindaklanjuti laporan itu,Kepala Puskesmas Kasomalang bersama tim dan Camat Kasomalang langsung menerjunkan tim ke lapangan. Sasaran utama adalah warga Kp. Panembong RW 01 dan RW 02 yang terindikasi suspek,Jumat 8/5/2026.
Dalam pesan singkatnya melalui WhatsApp Camat Kasomalang hari Jumat 8/5/2026,melaksanakan
monitoring evaluasi bersama Camat Kasomalang,Kepala Desa Tenjolaya, Kepala Pkm Kasomalang beserta tim atas kelanjutan pemeriksaan suspek chikungunya di Desa Tenjolaya.
Sebelumnya akhir April Camat Kasomalang,Kepala Desa Tenjolaya, Kepala Pkm Kasomalang beserta tim melaksanakan pemeriksaan dan mengambil sempel darah untuk pemeriksaan awal, dan sudah
dilakukan pengajuan pengadaan pemeriksaan spesifik chikungunya ke Dinkes provinsi Jabar yg difasilitasi oleh Dinkes Subang.
Dan untuk sementara arahan dari pa Kepala Pkm Kasomalang agar masyarakat yg sakit segera berobat ke Pkm Kasomalang,dan masyarakat beserta aparat desa untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) sebelum Dinkes dilakukan nya foging ", pesan camat.
Tim dari dinas Terkait melakukan langkah
1. Pendataan & PemeriksaanTim mendatangi rumah warga yang dilaporkan bergejala. Baru Suspek chikungunya umumnya demam tinggi mendadak, nyeri sendi hebat, sakit kepala, mual, dan muncul ruam.
Warga Panembong di harapkan melakukan bersih di rumah dan di lingkungan agar hidup sehat ,Bersihkan dan
:Sosialisasi 3M Plus digencarkan: Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus mencegah gigitan nyamuk. Warga diminta pakai lotion anti nyamuk
Berdasarkan keterangan dari tim insaalloh akan di lakukan
Fogging & PSN akan di hari Selasa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Tim juga menjelaskan
Kalo yg harus di lab itu harus yang sudah terkena penyakit nya 1 bln baru di lakukan test laboritarium
4. Pengambilan Sampel ntuk memastikan diagnosa, sampel darah beberapa warga suspek diambil untuk uji laboratorium.
Tim dari Puskesmas juga menambahkan bahwa sejauh ini
masih berstatus "suspek" karena menunggu hasil lab.
"Kami tidak mau kecolongan. mumpung masih awal,pencegahan harus masif," ujarnya.
Kalau ini di sebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus jenis yang sama dengan penular DBD. Bedanya, chikungunya jarang menyebabkan kematian tapi nyeri sendinya bisa berlangsung mingguan hingga bulanan." Ungkap salah satu medis
" Kesehatan itu seperti uang, baru terasa berharga saat hilang "sering mengabaikan kesehatan...? Hati hati..! !
Penulis Oki Haidarsyah
Tags
umum





