Subang Cybernasa
Warga Rw.01dan Rw.02 Kampung Panembong Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Jawa barat menjerit.
Diduga suspek chikungunya terus melonjak,data yang kami himpun dari petugas kesehatan yang memiliki klinik di Panembong menyatakan, "hampir 50 orang sudah kami tangani "jelasnya.
Dan di akuinya lagi oleh sdri Tuti M. warga panembong Rt 04 Rw 02 yang sudah 21 hari terkapar penyakit chikungunya,
"Dirasakan sakit sendi - sendi demam hingga jalan kakipun tidak bisa ,terdapat bintik - bintik merah pada jari tangan di duga bekas, gigitan nyamuk, "keluhnya.
"Hingga saya harus, dua kali balik ke klinik"
Tuti M.menambahkan di Rt 04 paling banyak warga yang terkapar penyakit chikungunya dan hanya beberapa rumah saja yang tidak kena penyakit chikungunya.
Kades Desa Tenjolaya Asep Sholahudin mengatakan pihaknya sudah menelpon Camat Kasomalang satu pekan lalu,Camatpun merespon
cepat dan datang ke lokasi warga yang terkapar suspek chikungunya.Tegas kades Asep Sholahudin,Kamis 7 Mei 2026.
Kepala Puskesmas Kasomalangpun datang satu pekan lalu menemui warga yang terindikasi dugaan suspek chikungunya,sepuluh orang yang terindikasi suspek chikungunya di ambil sempel darah untuk di uji di lab agar di ketahui pasti penyakit yang sebenarnya menimpa warga Panembong.
"Dan tunggu hasinya," Ungkap kades mengutip keterangan Kapus Kasomalang.
Benar kita tidak boleh menyimpulkan tentang penyakit yang menimpa warga panembong hanya keterangan medislah yang kita harus dengar dan percaya," tegas Endang.
Kades,"akan datang ke kantor Puskesmas Kasomalang besok untuk menanyakan hasinya Dan akan menemui Camat Kasomalang "tegasnya.
Yang jadi pertanyaan di benak warga Panembong apa pemdes Tenjolaya, yang tidak peka atau dinas terkait nya yang pura - pura tuli " ?
Padahal sudah tiga bulan warga Panembong ini terkapar suspek chikungunya...?
Dan kenapa baru di laporkan ke Camat dan Kepala Puskesmas satu pekan lalu...??
Dalam sepekan terakhir sekarang ini belasan warga tumbang di rawat di beberapa klinik di Panembong kadang petugas kliniknya datang menemui pasen kerumah-rumahnya.
Berdasarkan keterangan beberapa warga yang terkapar suspek chikungunya di rasakan sama warga diawali dengan gejala demam tinggi, nyeri sendi sampai tak bisa jalan,dan ruam merah di kulit. Korbannya mulai orang dewasa hingga lansia.
Ironisnya, hingga kamis 7/5/2026, belum ada satu pun tindakan nyata dari pihak Dinas Kesehatan.
Terkesan Udah Kayak Dibiarin Mati Pelan-pelan "
“Masa harus nunggu ada yang meninggal dulu baru pada gerak ? ?
Yang kami pertanyakan dimana nurani kadinkes kabupaten subang terkait puluhan warga Panembong yang terkena dugaan penyakit chikungunya...?
Fogging gak ada,penyuluhan gak ada, puskesmas terkesan kurang pro aktip,
ungkap warga RW 01 yang istrinya ikut terkapar chikungunya.
Apa faktor buruknya sanitasi lingkungan di RW 01dan RW 02 Kp. Panembong...?
Ketidakpekaan ini memicu amarah warga apalagi ini menyangkut untuk urusan nyawa warga, malah lelet.. . ?
Kadinkes Kab. Subang kemana ?
Apa harus viral dulu,baru kerja ?
Kami bayar pajak,tapi giliran butuh pelayanan kesehatan susah,” tegas berinisial Pno tokoh warga Kp. Panembong.
Berharap dinas terkait agar cepat bertindak untuk melakukan penanganan secara konkrit dan melakukan pencegahan agar kasus suspek chikungunya tidak menjalar / melebar dan menimbulkan korban banyak.
DENGAN TEGAS WARGA PANEMBONG
MENUNTUT
Jika suspeknya chikungunya ,lakukan ;
1.Fogging total RW 1 Kp. Panembong dan Rt 04
2. Tim medis Puskesmas turun cek kesehatan door to door
3. Pembagian abate & lotion anti nyamuk gratis
4. Komitmen PSN rutindari Pemdes, bukan cuma saat ada kasus
Jika tuntutan ini diabaikan, warga mengancam akan menggeruduk Kantor Dinkes kabupaten subang
Hingga berita ini di turunkan,belum ada tindakan nyata dari pejabat yang berwenang untuk mengatasi dugaan suspek chikungunya terhadap warga Panembong.
Oki Haidarsyah
Tags
umum

