SEKDA KABUPATEN SUBANG TANDA TANGANI KESEPAKATAN DAN KOMITMEN DENGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT



Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si hadiri Undangan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, bertempat di Aula Gemah Ripah Gedung Sate Jl. Dipenogoro No. 22 Kota Bandung. Kamis, 26/06/26.

Undangan Gubernur Jawa Barat kali ini berkaitan dengan Capaian Pembangunan Koridor Ekonomi Masa Depan Jawa Barat pada 2025-2026, yang berfokus pada kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan baru. 

Realisasi Investasi pada 2025, Jawa Barat mencatatkan investasi Rp296,8 triliun (109,9% dari target), menjadikannya Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

Dalam pertemun kali ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan beberapa agenda diantaranya :
1. Kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dengan Kabupaten/Kota dan Mitra Di Wilayah Rebana;
2. Komitmen Bersama Tentang Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin / Ilegal di Wilayah Jawa Barat;
3. Pakta Integritas Pelaksanaan Usaha Pertambangan;
4. Kesepakatan Bersama Tentang Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Tempat Pengolahan Kompos Sarimukti;
5. Kesepakatan Bersama Tentang Penanganan Dan Pengelolaan Sampah Regional Berkelanjutan di Jawa Barat.


Helmy Yahya, MPAcc.,Akt., CPMA., CA. Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Capaian Pembangunan Koridor Ekonomi merupakan Masa Depan Jawa Barat. 

Selain hal diatas, Helmy Yahya menjabarkan Kawasan Metropolitan Rebana di Jawa Barat mencakup 7 kabupaten/kota yang difokuskan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri dan logistik.

"Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Subang fokus pada industri dan Pelabuhan Patimban. Indramayu fokus pada industri dan pertanian. Majalengka Pusat industri dan BIJB Kertajati. Sumedang Penyangga infrastruktur, Kuningan Potensi pengembangan wilayah, Kabupaten Cirebon Pusat industri dan logistik, dan Kota Cirebon Simpul perdagangan dan jasa", ungkapnya


Kawasan ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Jawa Barat bagian utara.

"Rebana ini proyeksi ekonomi yang sangat luar biasa, satu-satunya Provinsi yang punya rebana kita Jawa Barat. Tugas kami menguatkan setiap kepala daerah di Rebana supaya kedepan bisa lebih terlibat dan BUMD nya bisa terjalin kerjasama dengan Rebana", ungkapnya 

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi dalam pidatonya menyampaikan bahwa Rebana merupakan kawasan stategis yang terintegrasi dengan tol, dengan bandara dan sektor-sektor lain yang akan menumbuhkan ekonomi di Jawa Barat. 



Berkaitan dengan tambang, Kang Dedi Mulyadi akan merubah perekonomian masyarakat sekitar Tambang agar anak-anak sekitar bisa sekolah, masyarakat memiliki rumah yang layak dan infrastrukturnya yang lebih baik lagi. 

"Saya akan anti tambang, jika tambang dinikmati oleh sebagian orang. Seluruh pegawai tambang harus di asuransi baik kesehatan maupu  kecelajan kerja", ungkapnya
  
Selain hal diatas, Gubernur Jawa Barat membahas berkaitan dengan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) melalui proses pembakaran (insinerasi). 

"Kita punya jalan yang bagus, Industri yang bagus, Tambang yang pengelolaan nya berjalan dengan baik, Pembangunan yang satu sama lain simbiosois mutualismi atau amayarakat Jawa Barat menyebutnya dengan siliwangi (silih asah, silih asih, silih asuh) ", ugkapnya  

Dalam kesempatan ini juga turut hadir Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Bupati/Walikota, Pimpinan BUMD/BUMN, Pimpinan Muhamadiyah serta para pengusaha dari Negeri Tiongkok. (Vidi/Prokompim).
Previous Post Next Post

Contact Form