SUBANG – Di tengah banyaknya keluhan masyarakat soal infrastruktur di berbagai daerah, sebuah pemandangan berbeda justru terlihat di Desa Kasomalang Kulon, Kabupaten Subang. Ruas jalan yang membelah kawasan pedesaan itu kini tampil mulus, terang, dan tertata rapi, menghadirkan wajah baru pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
Hamparan aspal hitam yang rata membentang sejauh mata
memandang. Marka jalan terlihat jelas dan tegas, sementara deretan lampu
penerangan jalan berdiri rapi hampir setiap dua puluh meter. Saat malam tiba,
jalur yang sebelumnya gelap kini berubah menjadi akses yang nyaman dan aman
bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak
harus selalu berpusat di kota-kota besar. Ketika pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa berjalan dalam satu arah, hasilnya
dapat dirasakan hingga ke pelosok.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
(KDM), pembangunan infrastruktur terus didorong agar tidak hanya dinikmati
masyarakat perkotaan. KDM berulang kali menegaskan bahwa desa harus menjadi
bagian penting dari agenda pembangunan Jawa Barat, karena mayoritas aktivitas
ekonomi dan kehidupan masyarakat juga bertumpu pada wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat di tingkat daerah oleh
Bupati Subang Reynaldi Putra Andita. Dengan posisi Subang sebagai salah satu
daerah yang sedang berkembang pesat, konektivitas antarwilayah menjadi
kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Jalan yang baik bukan hanya mempermudah
mobilitas warga, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, hingga
pelayanan kesehatan.
Sementara itu, di tingkat paling dekat dengan masyarakat,
Kepala Desa Kasomalang Kulon H. Amirudin, S.Pd.I turut berperan dalam
memastikan pembangunan yang hadir benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah menjadi faktor penting
agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Hasilnya kini bisa dilihat secara nyata. Jalan yang mulus
mempercepat perjalanan warga. Marka yang jelas meningkatkan keselamatan
berkendara. Lampu penerangan yang memadai memberikan rasa aman saat malam hari.
Bagi masyarakat sekitar, perubahan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan
peningkatan kualitas hidup yang dapat dirasakan setiap hari.
Lebih dari itu, kondisi Jalan Desa Kasomalang Kulon
menunjukkan bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya soal angka dalam
laporan, melainkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketika warga bisa berkendara dengan nyaman, anak-anak lebih aman beraktivitas,
dan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar, di situlah pembangunan menemukan
maknanya.
Kasomalang Kulon hari ini menjadi contoh bahwa desa tidak
harus tertinggal. Dengan kepemimpinan yang sejalan dari tingkat provinsi,
kabupaten, hingga desa, jalan yang dahulu biasa saja kini menjelma menjadi
jalur modern yang membanggakan masyarakat setempat.
Karena pada akhirnya, pembangunan terbaik bukan yang paling
banyak dibicarakan, melainkan yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh
rakyat.
