SUBANG - Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi S.Si., M.M., menghadiri kegiatan Panen Benih Penjenis Varietas Padi Unggul BRIN yang berlangsung di areal pertanian CV. Fiona Benih Mandiri-Pusakajaya, pada Kamis, (30/04/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kerjasama antara BRIN dengan CV. Fiona Benih Mandiri.
Benih tersebut terdiri dari empat Varietas, yakni: Tropiko, Bestari, Inpari Sidenuk, dan Sinar
Mengawali laporannya, Dr. Mulyadi Sinung Harjono, selaku Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa kerjasama antara BRIN dan CV. Fiona Benih Mandiri ini, dilaksanakan tanda tangan 20-30 Desember 2025 untuk empat Varietas unggul hasil riset BRIN
Selanjutnya Dr. Mulyadi Sinung Harjono menyampaikan tata kelola hasil riset dari BRIN, yang dapat dimanfaatkan oleh Mitra dengan capaian yang baik, sehingga dapat diproduksi secara banyak dan menjadi alternatif para petani dalam memilih benih.
"Harapan bisa melanjutkan ke label level berikutnya sampai ke Mitra langsung diberi"jelasnya
Sementara itu, Khaerul Anam Syah, Pendiri CV Fiona Benih Mandiri, menyambut baik kerjasama dengan BRIN tersebut, dalam upaya peningkatan produktivitas Padi, dari awal pembenihan hingga pasca panen.
"Saya merasa bahagia punya kesempatan berakses, bisa bekerja sama, sama-sama saling menguatkan, sama-sama saling membantu dalam rangka hilirisasi hasil-hasil penelitian"tuturnya
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Subang, Kang Akur mengungkapkan bahwa kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas padi perlu dilakukan, terutama motor penggeraknya adalah BRIN,
"Intinya kami menyambut baik, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerjasama Mitra CV. Fiona Benih Mandiri dengan BRIN, dengan menghasilkan varietas paling unggul"jelasnya
Kang Akur meyakini bahwa dengan empat Varietas hasil riset BRIN, akan turut mendorong produktivitas pertanian secara umum di Kabupaten Subang.
"Tentu ini akan menjadi pendorong juga, Subang sebagai salah satu lumbung padi nasional urutan ketiga"tuturnya
Kang akur berharap, dampak terbesar dari berbagai inovasi yang diimplementasikan tersebut, dapat dirasakan oleh para petani pasca panen dengan harga jual yang tinggi.
"Mudah-mudahan dengan benih yang unggul ini, produktivitas di Subang semakin meningkat dan masyarakat Subang khususnya para petani makin bahagia ya, apalagi panen hari ini, sekarang ini harganya juga baik, termahal"paparnya
Kang akur mendorong kehadiran teknologi pertanian yang akan turut memudahkan para petani dalam meningkatkan produtivitas, guna menjaga Kabupaten Subang sebagai lumbung padi nasional.
"Terima kasih atas kerjasama ini, mudah-mudahan ke depan, tentu bukan tidak tidak hanya berbicara tentang benih, tapi juga dengan teknologinya, untuk membantu masyarakat Subang, khususnya di bidang pertanian"jelasnya
Dipaparakan pula Laporan Teknis dari Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Puji Lestari, S.P., M.Sc., Ph.D., bahwa varietas benih padi bersertifikat (kuning, putih, ungu, biru) menunjukkan tingkat kemurnian dan tahapan perbanyakan benih.
Label kuning (Breeder Seed) adalah yang tertinggi kemurniannya, disusul putih (Foundation Seed), ungu (Stock Seed), dan biru (Certified Seed) yang paling umum digunakan petani untuk produksi termasuk empat varietas Tropiko, Bestari, Inpari Sidenuk, dan Sinar.
"Yang kita panen hari ini adalah benih penjenis label kuning, yang nanti diharapkan bisa lanjut menjadi label putih, label Ungu sampai biru"terangnya
Puji Lestari, S.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa, untuk bisa menjaga dan mendeteksi kemurnian benih, diperlukan alternatif varietas yang bisa ditanam oleh petani, dengan keunggulannya masing-masing yang sesuai dengan deskripsi yang telah dihasilkan
Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., menjelaskan bahwa empat varietas ini sudah dilepas,
“Yang artinya mempunyai keunggulan, untuk meyakinkan petani itu butuh waktu tidak hanya dari produktivitas tapi sampai rasa, dan juga ke konsistensi produksi serta kemunculan endemennya”jelasnya
Dengan bangga, Puji Lestari, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa observasi lapangan akan semakin memperluas khazanah penelitian, hingga mampu mendorong secara umum peningkatan produktivitas,
"kami juga senang ini memperkaya khazanah perbenihan, kita ada opsi-opsi, ada pilihan-pilihan bagi petani, dan kita mengetahui bahwa Pak Presiden memerintahkan kita untuk menjaga badan pangan dan terus berupaya Swasembada ini, tentu saja produksinya harus tinggi"tegasnya
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia saat ini adalah Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengawali sambutannya dengan menyampaikan bahwa BRIN terus berupaya melakukan riset, guna melahirkan varietas unggul dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
"Jadi memang problem di Indonesia salah satunya adalah sekarang itu, bagaimana agar varietas-fase unggulnya diriset oleh kampus, yang dihasilkan oleh BRIN ini, bisa segera masuk ke pasar dan masuk di sawah-sawah petani"paparnya
Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa riset yang dilakukan hingga dilakukan uji coba sampai tahap praktik pengelolan terbaik (PPT), agar dipahami oleh para petani ketikan sudah mulai disebar luaskan.
"Karena tugas kami bukan melakukan produksi, tugas kami adalah melakukan riset dan kemudian melakukan uji coba ya hingga sampai muncul praktik pengelolaan terbaik (PPT) tanaman ya"jelasnya
Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa, beberapa varietas sebenarnya bukan varietas yang sangat baru, ini varietas yang memang sudah ada ditengah riset yang terus dilakukan, dalam menjawab tantangan Smart Farming, sehingga mekanisasi sangat diperlukan secara masif dan didorong dengan teknologi dari karya anak bangsa, yang bisa dimanfaatkan dengan baik
"KIta harus bisa mandiri dalam pertanian ini, dari mulai benih, pupuk, alsintan, karena alsintan tadi sangat penting di era Digital Smart Farming"jelasnya
Namun dalam faktanya, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menjelaskan keberhasilan varietas benih tentu dipengaruhi berbagai faktor, dari teknik budidaya hingga merawat kesehatan tanah yang akan ditanami benih unggul
"Varietas Unggul benar-benar Unggul maka ekosistem kita harus kondusif, setelah teknik budidaya, pengairan, masalah kesehatan tanah ya itu semua itu sangat berpengaruh" jelasnya
Terakhir, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menekankan bahwa kemajuan pertanian bukan ditentukan dari kecanggilan teknologi pertaniannya, namun seberapa besar kesiapan kita dalam beradaptasi di tengah perubahan pertanian yang ada.
"Jadi, bisa mewujudkan kemajuan pertanian di Indonesia dari sisi padi tersebut unggul, teknik yang lebih unggul, kemudian kemampuan kita beradaptasi terhadap perubahan"pungkasnya
Kegiatan selanjutnya, dilangsungkan pemanenan dari empat varietas unggul, serta seluruh tim melakukam kunjungan kepada Kampung Inovasi IPB yang ada di wilayah Kecamatan Compreng
Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pertanian Subang, Camat Pusakanagara, Ketua HA IPB Subang, unsur Forkopimcam Pusakanagara, serta lara tamu undangan lainnya._(Deni/PROKOMPIM)_
Tags
umum




