HADIRI RAPAT EVALUASI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RSUD SUBANG, KANG REY TEGASKAN RSUD SUBANG ITU TENTANG PELAYANAN



*SUBANG* - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menghadiri agenda Rapat Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Subang Tahun Anggaran 2025 sekaligus Pisah Sambut Dewan Pengawas RSUD Subang, yang berlangsung di Hotel Laska Subang, pada Kamis (12/02/2026)

dr. H. Achmad Nasuhi, Direktur RSUD Subang dalam laporannya menyampaikan bahwa RSUD Subang dapat memenuhi 2 aspek kinerja utama yaitu kinerja keuangan dan pelayanan.

Dalam evaluasi tersebut, turut diumumkan jajaran Dewan Pengawas RSUD Subang masa bakti 2025-2030, dengan susunan sebagai berikut:


1. Dede Sunarya, S.H., Μ.Η., sebagai Ketua merangkap Anggota;
2. H. Bambang Herdadi, SH., sebagai Anggota;
3. dr. Hj. Meity Damayangi sebagai Anggota;
4. Dwi Agustinus Rostandi, S.Si., ME., sebagai Anggota;
5. Fahadila Fahrurozi Remi, ST., MT., sebagai Anggota;
6. H. Dede Ahmad Rodiman, SKM., M.M.Kes., sebagai Sekretaris Dewan Pengawas.

Surat keputusan diserahkan langsung oleh Bupati Subang kepada Dewan Pengawas RSUD Subang masa bakti 2025-2030.



Membuka sambutannya, Bupati Subang, Kang Rey menegaskan RSUD Subang tidak boleh hanya menjadi lembaga pencari profit, namun harus lebih fokus pada pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Subang.

"RSUD bukan semata-mata lembaga mencari profit tapi menjadi lembaga yang betul-betul bisa melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Subang,"tegasnya

Kang Rey menilai bahwa RSUD Subang masih menjadi salah satu Rumah Sakit andalan bagi masyarakat Subang terlihat dari jumlah tempat tidur terisi yang mencapai 80% sehingga pelayanan yang dilakukan harus yang terbaik.



"Seminggu terakhir okupansi RSUD 80% lebih, swasta 43%,"jelasnya

Meski demikian, Kang Rey ingin RSUD Subang betul-betul hanya untuk merawat pasien yang tidak tertangani di Puskesmas, sehingga Kang Rey mendorong Puskesmas lebih berperan aktif. 

Bahkan Kang Rey menargetkan di akhir masa kepemimpinannya, seluruh Puskesmas di Kabupaten Subang memiliki layanan rawat inap.

"Walaupun ketika penuh, Saya tidak seneng, karena menandakan Puskesmas kurang optimal. Saya ingin nantinya seluruh Puskesmas semuanya bisa rawat inap,"tegasnya

Kang Rey mengaku bahwa urusan kesehatan tidak sesederhana infrastruktur, karena layanan kesehatan tidak selesai hanya pada pembangunan fisik, tapi juga pada pemenuhan SDM. 

Menyiasati hal tersebut, Kang Rey berencana akan membuka beasiswa bagi calon dokter, agar semakin banyak dokter di Subang dan makin baik layanan kesehatan yang ada.


"Saya dan Pak Gubernur sedang bahas bagaimana kita siapkan SDN dokter di Kabupaten Subang, agar mau ditempatkan di Puskesmas. Infrastruktur kita punya selesai, tapi pelayanan kesehatan infrastrukturnya ada, SDM nya tidak ada, sama saja bohong,"paparnya

Terkahir, Kang Rey menggarisbawahi bahwa RSUD Subang harus menempatkan profit di bawah pelayanan karena yang utama dari RSUD Subang adalah pelayanan bagi masyarakat termasuk kepada masyarakat yang PBI-nya dihapus.

"Pada intinya, saya selalu tekankan mindsetnya harus sama di RSUD tidak melulu tentang mencari uang. Betul RSUD harus profit tapi yang paling penting dari itu semua nyawa manusia. Tidak boleh ada masyarakat tidak mendapat layanan kesehatan, apalagi ditolak. Satu pelayanan, dua pelayanan, tiga pelayanan, empat baru profit." Pungkas Kang Rey. 

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, jajaran Dewan Pengawas RSUD Subang, dan jajaran Manjemen RSUD Subang._(Reza/PROKOMPIM)_
Previous Post Next Post

Contact Form