SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), blak-blakan mengaku malu saat meresmikan ruas jalan Desa Mulyasari—Bongas, Kecamatan Pamanukan, Jumat (26/06/2026).
Di hadapan warga dan pejabat yang hadir, Kang Rey meluapkan kekecewaannya karena proyek infrastruktur tersebut dikerjakan setengah-setengah.Acara yang semula diagendakan sebagai seremoni peresmian rutin dalam rangkaian Saba Desa ini berubah menjadi momentum evaluasi total. Kang Rey dengan tegas mengkritik kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang yang dianggap mengabaikan instruksinya.
"Sebenarnya saya malu karena Dinas PUPR Subang tidak menindaklanjuti perintah saya.
Harus selesai semua! Perintah saya itu tidak boleh ada jalan dibangun setengah, karena kalau seperti ini moal beres-beres (tidak akan pernah selesai)," ujar Kang Rey dengan nada kecewa.
Tolak Popularitas, Pilih Kualitas bupati muda ini mencium adanya pola pengerjaan proyek yang sengaja dicicil di banyak titik demi mengejar panggung politik atau popularitas sesaat. Ia menegaskan tidak akan menoleransi sistem kerja seperti itu lagi.
"PUPR harus dievaluasi agar pengerjaan jalan sesuai yang saya instruksikan; tidak banyak titik tapi selesai. Jangan karena ngejar popularitas jadi sepotong-sepotong. Lebih baik titiknya tidak banyak, tapi satu ruas ini selesai tuntas," tegasnya.
Berdasarkan data teknis, jalan kabupaten di Desa Mulyasari memiliki total panjang 1.730 meter. Dari jumlah tersebut, baru 780 meter yang rampung diperbaiki, sementara 950 meter sisanya masih dalam kondisi rusak.Melihat ketimpangan ini, Kang Rey langsung mengeluarkan instruksi keras agar sisa jalan sepanjang 950 meter tersebut wajib diselesaikan tanpa tapi pada tahun 2026 ini juga.
"Tahun ini dari ujung sana sampai sini harus selesai," cetusnya.
Di akhir sambutannya, Kang Rey menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Mulyasari karena belum bisa menikmati fasilitas infrastruktur yang sempurna.
"Saya malu ini gunting pita tapi jalan cuma sepotong. Mohon maaf kalau jalan belum beres semua. Saya tidak mau jalan setengah-setengah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyasari, Hasanudin Masawi, menyambut baik ketegasan Bupati. Ia berharap desakan dari orang nomor satu di Subang ini bisa segera terealisasi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak lagi terhambat.Agenda Saba Desa ini juga turut dihadiri oleh Asisten Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pamanukan, Ketua TP2D, serta tokoh masyarakat setempat. (CN/Red)
Tags
umum



