Ngaruat Bumi Desa Gandasoli. Ciptakan Sareuneuk Saigel Sageugeut Sapihanean



Subang Cybernasa - Di Tatar Sunda, “ngaruat bumi” yang merupakan bagian dari kearifan lokal untuk merawat dan menjaga kelestarian 
alam,ini terlihat semakin tenggelam di beberapa daerah. Perubahan gaya hidup yang lebih individualistik dan dampak modernisasi serta globalisasi disebut‑sebut menjadi faktor utama lunturnya semangat gotong‑royong dan kepedulian terhadap lingkungan ini. 

Masyarakat Sunda yang dulu mengedepankan “silih asah, silih asih, silih asuh” 
dan tradisi seperti ngabeungkat atau mapag sri sebagai wujud penghormatan pada alam, kini menghadapi tantangan karena nilai‑nilai tersebut kian tergerus oleh orientasi hidup yang lebih materialistik dan konsumtif.


Ngaruat bumi di Desa Gandasoli  tepat tanggal 1 Desember  hari Senin memiliki konsep yang jauh kedepan dalam mengetuk rasa kebersamaan  dan rasa gotong royong yang di bingkai dalam kata sareneuk saigel sageugeut sapihanean." Ungkap tokoh panutan Gandasoli H iman. 

MOMEN NGARUAT BUMI INI JANGAN HANYA SEREMONIAL SAJA  !! 

(Pesan moral tokoh Desa Gandasoli) 
Ngaruat bumi yang sudah lama bertaun taun tidak di rayakan di desa gandasili  kecamatan Tanjung siang. Menjadi sejarah  warga Desa Gandasili untuk menghidupkan kembali korsa dan rasa kebersamaan dan paling  sangat krusial sekali  mengingat pada kita untuk lebih menghormati atas jasa jasa  dari para leluhur,karuhun yang telah mendirikan desa Gandasoli hingga keadaan seperti ini.



Masih kata H.iman,( low profil)
dengan adanya ruatan bumi  yang akan di laksanakan tg 1desember th 2025 kami  memiliki tiga tujuan, 
1( satu) menjalin dan mempererat tali silaturahim, antar sesama warga Desa Gandasoli, 
2 (dua ) mengucapkan rasa syukur kepada Alloh SWT  dimana limpahan keberkahan sudah di Terima dan di rasakan oleh warga Desa Gandasoli.
3 (tiga )mengingat dan mengenang kepada para pendiri dan sesepuh tentang nama dan cikal bakal adanya desa Gandasoli " imbuhnya. 

Kegiatan “ngaruat bumi”  memiliki nilai   yang sangat signifikan demi menjungjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.



H.Iman sangat optimistis jika hajatan ruatan bumi  di desa Gandasoli di dasari demi untuk meningkatkan tali silaturahmi dengan semua elemen masyarakat Gandasoli.

Secara harfiah di laksanakanya milangkala Desa Gandasoli  memberi sinyal kuat pada penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan kebersamaan bisa menjadi langkah strategis.

MENGAJAK  UNTUK MENANAMKAN KEARIPAN LOKAL 
pemberdayaan kearifan lokal juga disebut efektif untuk menanamkan kembali nilai‑nilai tersebut pada generasi muda.

Jadi, walaupun “ngaruat bumi” saat ini tampak semakin tenggelam di beberapa wilayah Sunda, upaya revitalisasi melalui adaptasi ke era digital, pengedepanan gotong‑royong, dan penguatan kesadaran kolektif masih bisa membantu melestarikan kearifan lokal tersebut."Pungkasnya 
OKI HAIDAR SYAH




Previous Post Next Post

Contact Form